Halaman

Minggu, 23 Oktober 2011

Buta Warna


Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ke tidak mampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis.
Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebaut sex linked, karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki dan wanita. Seorang wanita terdapat istilah 'pembawa sifat' hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna. Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tsb menderita buta warna.
Saraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika syaraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.
Klasifikasi
Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Ada tiga macam trikomasi yaitu:
:   -Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah,
:   -Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau,
:   -Tritanomali (low blue) yaitu kelemahan warna biru.
Jenis buta warna inilah yang paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya.
Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, yaitu tediri dari:
X    -protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang,
X    -deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerujut yang peka terhadap hijau, dan
X    -tritanopia untuk warna biru.
Sedangkan monokromasi ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis typical dan sedikt warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.


Pembuktian
Buta warna dapat dites dengan tes Ishihara, dimana lingkaran - lingkaran berwarna yang beberapa diantaranya dirancang agar ada tulisan tertentu yang hanya dapat dilihat atau tidak dapat dilihat oleh penderita buta warna.
Keterangan
 

 

Buta Warna Menyimpan Kelebihan

Jenis buta warna yang paling umum dijumpai sering menyebabkan penyandangnya sulit membedakan warna-warna antara merah dan hijau atau gradasi keduanya. Namun dibalik kekurangan itu, ternyata orang-orang buta warna merah-hijau memiliki kelebihan: mereka bisa membedakan warna-warna khaki halus yang terlihat serupa bagi orang berpenglihatan normal.
Sekitar enam persen pria, dan sedikit wanita memiliki deuteranomaly, atau biasa disebut buta warna merah-hijau. Ini disebabkan mutasi genetik yang mempengaruhi satu dari tiga pigmen dalam sel-sel berbentuk kerucut di retina, yang berfungsi merespon cahaya-cahaya dengan warna berbeda.
Mutasi ini berpengaruh pada pigmen yang merespon cahaya hijau sedemikian rupa sehingga berperilaku seperti pigmen untuk cahaya merah. Akibatnya kedua warna itu menghasilkan respon yang hampir serupa di mata orang buta warna. Itu sebabnya orang dengan deuteranomaly seringkali kesulitan melihat perbedaan antara warna-warna merah atau hijau yang kurang kuat.
Nah, dibalik kelemahan tersebut, para peneliti dari Universitas Cambridge dan Universitas Newcastle, inggris, menemukan kelebihan istimewa. Temuan itu terungkap ketika mereka menguji penyandang deuteranomaly menggunakan kartu-kartu dengan lingkaran-lingkaran warna khusus. Ternyata mereka yang buta warna bisa melihat perbedaan warna-warna khaki, walau bedanya tipis, yang bila dilihat orang normal akan terlihat sama.
Penyandang buta warna merah hijau tidak bisa melihat angka 7 dalam lingkaran ini.
Pria lebih cenderung menyandang buta warna karena gen yang berfungsi menghasilkan pigmen hijau dibawa oleh kromosom X, dan sifatnya resesif (atau tidak dominan). Sedikit saja wanita yang mengalami buta warna karena wanita memiliki dua kromosom X, dibanding pria yang hanya memiliki satu kromosom X. Kaum hawa hanya akan menjadi buta warna bila kedua kromosom X itu membawa sifat. Bila hanya satu yang membawa, maka seorang wanita tidak akan menjadi buta warna mengingat sifat gen ini
Para peneliti menemukan keistimewaan ini ketika melakukan penelitian terhadap panjang gelombang cahaya yang bisa dilihat mereka yang buta warna. Ini dilakukan guna mencari tahu batas-batas warna yang mulai membingungkan mereka. Dalam pengujian ternyata ditemukan bahwa penyandang buta warna justru mengaku melihat perbedaan pada warna-warna yang terlihat sama di mata orang normal.
"Hampir tidak mungkin bagi orang normal melihat warna-warna khaki yang bisa dibedakan para penyandang buta warna," kata Gabriele Jordan, peneliti penglihatan dari Universitas Newcastle. "Ini membuat saya mengerti betapa sulitnya orang-orang buta warna melihat pola warna di kartu pengujian."
"Ini adalah penemuan menarik," ujar David Simmons, seorang peneliti persepsi visual di universitas Glasgow. "Akan sangat menyenangkan bila kita bisa mengetahui apa yang dilihat penyandang buta warna di lingkungannya, seperti halnya penyandang buta warna ingin mengetahui apa yang dilihat orang lain."
Menurut dugaan Simmons, karena deuteranomaly cukup banyak ditemukan dalam populasi manusia, maka gen yang bertanggungjawab terhadapnya mungkin mengembangkan suatu manfaat lain dalam proses evolusinya. Itu sebabnya, di balik apa yang dianggap kekurangan, ditemukan pula kelebihan yang mengimbanginya.
TES BUTA WARNA



Semua orang pasti melihat angka 12




Jika mata normal pasti melihat angka 45, tapi kalau buta warna tidak dapat melihat apa-apa.

Jika mata normal dapat melihat angka 29, tapi kalau buta warna malah melihat angka 70
Jika mata normal tidak bisa melihat apa-apa, tapi kalau buta warna malah melihat angka 5.



 
Jika mata normal bisa melihat angka 26, 
kalau buta warna merah, hanya angka 6 yang terlihat,
kalau buta warna hijau, hanya angka 2 yang terlihat.
Buta warna total ga bakal bisa ngeliat apa-apa.
JENIS BUTA WARNA
1. Trikromasi

Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang.

Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi :

Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal merah
Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita
Trinomali (low blue), kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita.
2. Dikromasi

Yaitu keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada.
Ada tiga klasifikasi turunan :
Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang
Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau
Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan.
3. Monokromasi

Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina.
Penyebab Buta Warna

Buta warna adalah kondisi yang diturunkan secara genetik. Dibawa oleh kromosom X pada perempuan, buta warna diturunkan kepada anak-anaknya. Ketika seseorang mengalami buta warna, mata mereka tidak mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk mata berfungsi dengan normal.
Fakta Tentang Buta Warna


1. Buta warna lebih sering terjadi pada seseorang berjenis kelamin lelaki dibandingkan perempuan. Sebanyak 99% seorang buta warna tidak mampu membedakan antara warna hijau dan merah. Juga ditemukan kasus penderita yang tak bisa mengenali perbedaan antara warna merah dan hijau.

2. Cacat mata ini merupakan kelainan genetik yang diturunkan oleh ayah atau ibu.

3. Belum dapat dipastikan berkaitan jumlah penderita, akan tetapi sebuah penelitian menyebutkan sebesar 8 -12% lelaki Eropa adalah pengidap buta warna. Sementara persentase perempuan Eropa yang buta warna adalah 0,5 -1%. Tingkat buta warna di benua lain tentu bervariasi.

4. Tidak ada cara untuk mengobati buta warna, karena ia bukan penyakit melainkan cacat mata. Bisa jadi seorang buta warna akan merasa tersiksa dengan keadaan ini. Sebagian perusahaan menetapkan syarat bahwa pekerjanya harus tidak buta warna.

5. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita buta warna, dilakukan tes dengan menggunakan plat bernama Ishihara.


6. Banteng ternyata buta warna. Kesan yang ditimbulkan warna merah mengakibatkan binatang tersebut melonjak emosinya, bukan akibat warna merah itu sendiri.

7. Pada Perang Dunia II, serdadu yang buta warna dikirim untuk melakukan misi tertentu. Ketidakmampuan mereka untuk melihat warna hijau dialihfungsikan untuk mendeteksi adanya kamuflase yang dilakukan pihak lawan.
8. Setiap orang yang buta warna,sudah terlahir dengan buta warna (dari umur 0 tahun sudah buta warna).

9. Penyandang buta warna selalu dihantui oleh pertanyaan "Warna apakah ini?"









Harapan Baru Penderita Buta Warna

Ada harapan baru bagi para penderita buta warna khusus warna merah-hijau. Sebuah penelitian baru menunjukkan kemungkinan sebuah dunia baru bagi mereka yang selama ini hanya dapat mengenali warna tertentu. Penelitian ini dilakukan oleh Jay Neitz, seorang professor di University of Washington, bersama dengan rekan-rekannya. Mereka melakukan terapi gen pada monyet-monyet yang menderita buta warna merah-hijau. Terapi ini tidak menyebabkan efek sakit. Caraya, meraka menyuntikkan sebuah gen yang hilang ke dalam mata monyet yang memiliki buta warna merah-hijau. Gen tersebut diambil dari sebuah virus yang telah dilemahkan sehingga tidak lagi menimbulkan penyakit.
Para peneliti kemudian menguji monyet dengan mengukur respon mereka terhadap warna. Sekitar 20 minggu setelah pengobatan, monyet-monyet, yang masih hidup dan menyelesaikan studi dengan baik, tidak lagi mengalami buta warna dan bisa membedakan antara merah dan hijau.

Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam Nature edisi online, 16 September 2009. Namun meski sukses terhadap monyet, para peneliti masih perlu untuk memastikan prosedur ini agar aman bagi manusia. "Bahkan meski 99 persen aman, itu belumlah cukup karena yang terlibat adalah mata, tapi inilah tantangan terbesarnya sekarang, yakni mentransformasi teknologi ini agar dapat digunakan pada manusia dengan sangat aman."
Buta warna dapat menjadi sangat tidak menyenangkan, membuat seseorang salah mengenali warna atau tidak dapat membaca grafik dan tabel. Lebih parah lagi kalau seseorang bahkan sulit membedakan warna merah dari hijau pada lampu lalu lintas. Lebih-lebih lagi dibidang pekerjaan. Dia tidak akan bisa menjadi polisi, pemadam kebakaran, sopir bus atau pilot. Bahkan, seorang mahasiswa kedokteran seringkali kecewa mendapati dirinya tidak dapat menjadi dokter mata.

Selama ini, sekitar satu dari 12 pria dan satu dari 230 wanita memiliki beberapa bentuk warisan buta warna. Mereka mengalami kesulitan membedakan antara beberapa warna karena reseptor di mata mereka kurang mampu merasakan perbedaan penuh antara warna-warna. Dua persen laki-laki memiliki bentuk yang paling parah mengenai buta warna ini.
Tidak ada pengobatan untuk buta warna, walaupun orang-orang dapat memakai kacamata khusus atau lensa kontak untuk membedakan secara lebih baik antara warna-warna. Tentunya temuan ini dapat menjadi harapan baru bagi mereka.




Senin, 03 Oktober 2011

Kandungan Kimia Dalam Pupuk


Pupuk Nitrogen (N)
Pupuk nitrogen mengandung hara tanaman N. Bentuk senyawa N umumnya berupa nitrat, amonium, amin, sianida. Contoh:  Kalium nitrat (KNO3), amonium fosfat [(NH4)3PO4], urea (NH2CONH2) dan kalsium sianida (CaCN2). Bentuk pupuk N ini berupa kristal, prill, pellet, tablet maupun cair.
Amonium sulfat [(NH4)2SO4]
Pupuk ini dikenal dengan nama zwavelzuure amoniak (ZA) dan sampai sekarangpun masih banyak beredar di masyarakat. Umumnya berupa krital putih dan hampir seluruhnya larut air. Kadang-kadang pupuk tersebut diberi warna (misalnya pink). Kadar N sekitar 20-21% yang diperdagangan umumnya mempunyai kemurnian selitar 97%. Kadar asam bebasnya maksimum 0.4%. Sifat pupuk ini: larut air, dapat dijerap oleh koloid tanah, reaksi fisiologis masam, mempunyai daya mengusir Ca dari kompleks jerapan, mudah menggumpal, tetapi dapat dihancurkan kembali, asam bebasnya kalau terlalu tinggi meracun tanaman.
Anhidrous amonia (NH3)
Pupuk ini dianggap yang paling tinggi kadar N-nya. Disimpan dalam bentuk cair. Penggunaannya dengan injeksi ke dalam tanah atau dilarutkan dalam air kemudian dipompa. Di Indonesia belum digunakan walaupun pabrik sudah membuat untuk keperluan lain. Pupuk dapat juga dilarutkan dalam air pengairan, akan tetapi ada risiko kehilangan N yang terbawa air pengairan dan karena penguapan terutama pada tanah atau air yang mempunyai reaksi alkalis. Jumlah N yang hilang tergantung tekstur tanah, reaksi, cara pemberiannya, dalamnya injeksi ke dalam tanah. Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa sekitar 1-8 % tersemat pada lapisan permukaan tanah dan 2-31 % pada lapisan bagian bawah. Sering pemberian amonia cair dicampur dengan sulfur (S) karena sulfur larut dalam amonia.
Amonium khlorida (NH4Cl)
Kadar N dalam amonium khlorida (ACl) sekitar 26%. Dari beberapa peneliti untuk sebagian tanaman sering menunjukkan bahwa pupuk ACl lebih baik dibanding amonium sulfat (ZA) terutama untuk tanaman yang memerlukan unsur Cl. Ada dugaan bahwa ZA bila diberikan ke dalam tanah akan meninggalkan sulfat (SO4=) dan ion ini kemudian ditanah sawah direduksi menjadi H2S, senyawa ini bersifat racun terhadap tanaman. Proses selan­jutnya H2S bereaksi  dengan feri atau mangan menjadi FeS atau Fe2S dan MnS.  tuk tanaman yang diharapkan kadar proteinnya tinggi se­baiknya digunakan pupuk ZA karena senyawa protein mengandung unsur S sehingga pemberian S berperanan dalam pembentukan protein. Tanaman berbeda-beda tanggapannya terhadap kedua pupuk tersebut. Tapi umumnya sisa Cl kurang disenangi dibanding SO4=, demukian juga reaksi fisiologis ACl lebih asam dari pupuk ZA.
Amonium nitrat  (NH4NO3)
Kadar N dalam pupuk amonium nitrat sekitar 32-33,5%. Kalau dicampur dengan kapur disebut amonium lime( ANL).

Pupuk fosfor (P)
Kecuali untuk nitrogen, kadar unsur dalam pupuk dinyatakan dalam bentuk oksidanya.   P dalam pupuk dinyatakan dalam bentuk P2O5. Pupuk TSP mengandung P sebesar 44% P2O5. Untuk mengetahui kadar P (bukan P2O5) maka harus dikalikan dengan suatu bilangan konversi:
Prosentase P       =  0.43 X prosentase P2O5
Prosentase P2O5 =  2.29 X prosentase P
Angka 0.43 berasal dari berat molekul P2O5 dibagi berat 2P. Berat atom P=31 dan O=16, sehingga 144:62 = 2.29 atau sebaliknya 62:144 = 0.43. Kadar yang ditunjukkan umumnya P yang larut dalam asam sitrat 2%; jadi bukan P yang larut air.

Enkel superfosfat [ES = Ca(H2PO4)2 + CaSO4]
Sejak zaman Belanda ES sudah populer digunakan sebagai pupuk P. Sering disebut single superphosphate. Pupuk ini dibuat dengan menggunakan bahan baku batuan fosfat (apatit) dan diasamkan dengan asam sulfat untuk mengubah P yang tidak tersedia menjadi tersedia untuk tanaman. Reaksi singkat pembuatan ES:
Ca3(PO4)2 CaF + 7H2SO4 –> 3Ca(H2PO4) + 7CaSO4 + 2HF
Disamping mengandung dihodrofosfat juga mengandung gipsum. Kadar P2O5 = 18-24%, kapur (CaO) = 24-28% . Bentuk pupuk ini berupa tepung berwarna putih kelabu. Sedikit larut dalam air reaksi, fisiologis netral atau agak masam. Syarat yang harus dipenuhi kadar (F2O3 + Al2O3) kurang dari 3%. Apabila terlalu banyak mengandung kedua oksida tersebut  yang bersifat meracun tanaman, kedua oksida juga dapat bereaksi dengan fosfat menjadi tidak tersedia bagi tanaman (terjadi fiksasi P oleh Fe dan Al). Dalam penyimpanan sering mengalami kerusakan fisik tetapi tidak mengalami perubahan khimianya. Dalam pemakaiannya dianjurkan sebagai pupuk dasar yaitu pemupukan sebelum ada tanaman agar pada saat tanaman mulai tumbuh P sudah dapat diserap oleh akar tanaman.
Pupuk ES masih mengandung gips (CaSO4) cukup tinggi dan untuk beberbagai jenis tanah sering menyebabkan struktur tanah menjadi menggumpal seperti padas dan kedap terhadap air. Hal ini yang sering dianggap sifat merugikan dari pupuk ES.
Doubelsuperfosfat (DS)
Berbeda dengan ES, pupuk ini dianggap tidak mengandung gipsum, dalam pembuatannya digunakan asam fosfat yang berfungsi sebagai pengasam dan untuk meningkatkan kadar P. Garis besar reaksi pembuatannya sebagai berikut:
(Ca3PO4)2CaF + 4H3PO4+ 3H20 –> 3Ca(H2PO4)2 + HF
Kadar P2O5 + 38%. Pupuk ini telah lama digunakan di Indone­sia baik oleh petani maupun di perkebunan besar. Sifatnya berupa tepung kasar berwarna putih kotor. Asam H3PO4 diperoleh dari:   Ca3 (PO4)3CaF + 3H2SO4 –> 2H3PO4 + CaSO4 + HF. Asam fosfat dipisahkan dari larutannya.
Pupuk ini berwarna abu-abu coklat muda; sebagian P larut air; reaksi fisiologis: sedikit asam. Bahaya meracun sulfat relatif kecil dan sulfidanya yang berasal dari reduksi sulfat juga rendah. Bekerjanya lambat dan kemungkinan pelin­dian juga rendah. Bila diberikan pada tanah yang bayak mengandung Fe3+ dan Al3+ bebas akan terjadi sematan P oleh kedua unsur tersebut. Karena lambat bekerjanya pupuk ini diberikan sebagai pupuk dasar.
Tripel superfosfat (TSP)
Rumus kimianya Ca(H2PO4). Sifat umum pupuk Tripel superfosfat (TSP) sama dengan dengan pupuk DS. Kadar P2O5 pupuk ini sekitar 44-46% walaupun secara teoritis dapat mencapai 56 %. Pembuatan pupuk TSP dengan menggunakan sistem wet proses. Dalam proses ini batuan alam (rockphosphate) fluor apatit diasamkam dengan asam fosfat hasil proses sebelumnya (seperti pembuatan pupuk DS). Reaksi dasarnya sebagai berikut:
Ca3(PO4)2CaF  +  H3PO4 –> Ca(H2PO4)2 + Ca(OH)2 + HF

Pupuk kalium
Jenis pupuk yang khusus mengandung kalium relatif sedikit jumlahnya. Umumnya sudah dicampur dengan pupuk atau unsur lain menjadi pupuk majemuk. Se­hingga menjadi pupuk yang mengandung kalium, nitrogen dan atau fosfor (dua atau lebih hara tanaman).
Kadar pupuk K dinyatakan sebagai % K2O. Konversi kadar K2O menjadi K adalah sebagai berikut:  % K2O = 1.2 X % K, dan  % K  =  0.83 X % K2O
Muriate (KCl)
Dianggap pupuk yang kadar hara K nya tinggi. Nama muriate berasal dari asam murit adalah sama dengan asam khlorida. Kadar K2O teoritis dapat mencapai 60-62%; tetapi dalam kenya­taan pupuk muriate yang diperdagangkan hanya sekitar 50%. Bentuknya berupa butiran kecil-kecil atau berupa tepung dengan warna putih sampai kemerah-merahan. Dalam praktek lebih banyak digunakan jika dibandingkan dengan pupuk-pupuk K yang lain karena harganya relatif murah.
Pupuk ini kurang disenangi karena kadar Cl nya yang tinggi terutama untuk pemupukan tanaman yang peka terhadap kualitas maupun produksi. Banyak digunakan untuk perkebunan karet dan tebu, tetapi sekarang sebagian beralih ke pupuk KNO3. Pemupu­kan KNO3 selain memupuk K juga berarti memupuk N.

Kalium sulfat (zwavelzuure kali = ZK)
Rumus kimia: K2SO4. Pupuk ini banyak digunakan baik untuk perkebunan maupun petani kecil. Harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan pupuk muriate. Kadar K2O sekitar 48-50%. relatif mengandung Cl sedikit lebih kurang hanya 2.5%. Pupuk ZK dapat dibuat dari garam komplek K2SO4.2MgSO4. Garam komplek ini dilarutkan dalam air kemudian diberi KCl  Reaksinya:
K2SO4.2MgSO4 + KCl –> 3 K2SO4 + 2 MgCl2.
K2SO4 akan mengendap dan untuk memisahkannya maka MgCl2 didekantir. Pupuk ini sejak lama banyak digunakan di Indonesia. Untuk tanaman sera misalnya rami, sosella dan kapas pemupukan K mmengakibatkan kualiats seratnya lebih tinggi.  Atau dibuat dari garam KCl yang diasamkan dengan asam sulfat. Reaksinya sebagai berikut:
2 KCl + H2SO4 –> K2SO4 + HCl
Reaksi pencampuran dilakukan dalam bejana besi panas yang selalu diaduk agar bercampur sempurna. Gas HCl yang keluar didinginkan dan dilarutkan dalam air.
Kalium-magnesium sulfat
Rumus kimianya : K2SO4.2MgSO4. Kadar K2O berkisar antara 22-23% dan kadarMgO antara 18-129%. Dibuat dari garam komplek K2SO4. 2MgSO4. Seperti pupuk ZK kadar Cl rendah ialah kurang dari 3%. Kadar S= 18%. Perke­bunan di sekitar Sumatra Utara dulu banyak menggunakan pupuk ini.
Kalium nitrat (Niter)
Selain mengandung unsur K juga mengandung unsur N. Kadar K2O cukup tinggi 44% dan kadar N sekitar 13%. Pupuk ini kurang penting dan tidak banyak digunakan. Tanaman yang banyak menggunkan pupuk ini ialah tanaman tembakau, kapas. Niter merupakan pupuk majemuk dengan grade fertil­izer 13-0-44.

Pupuk Majemuk (compound fertilizer)
Pupuk majemuk  mengandung dua atau lebih hara tanaman (makro maupun mikro). Banyak sekali pupuk majemuk yang beredar di masyarakat baik untuk pertanian, perkebunan, pertamanan, hidrofonik atau khusus untuk tanaman anggrek. Pupuk tersebut mempunyai nama dagang yang berbeda-beda tergantung pabrik pembuatnya. Pupuk yang ditujukan untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi umumnya mengandung banyak hara tanaman terutama N, P dan K. Untuk tanaman sayur­an dan hidrofonik banyak menggunakan hara kedua N, P, K, Ca, Mg dan S. Sedangkan untuk tanaman hias dan anggrek disamping mengandung seluruh hara makro juga mengandung seluruh hara mikro dengan grade fertilizer yang beraneka. Bahkan ditambah lagi dengan zat pengatur pertumbuhan tanaman (hormon).
Nitrogen umumnya berasal dari nitrat (NO3-), amonium (NH4+), amida (-NH2) dan protein, baik secara tunggal maupun gabungan. Umumnya pupuk ini larut air. Sumber P berupa mono­hidrofosfat (HPO4=) dan dihidrofosfat (H2PO4-). P ini tidak sempurna larut air, tetapi larut seluruhnya dalam asam sitrat. K berasal dari garam nitrat, khlorida atau sulfat kali­um. Pupuk majemuk  cair bersifat larut air, penggunaannya disemprotkan pada organ tanaman.
Tersedianya beraneka pupuk majemuk tentu untuk memudahkan petani tanpa harus membuat ­campuran sendiri. Pupuk majemuk dibuat disesuaikan dengan jenis tanaman atau tujuan penggunaannya. Pupuk yang digunakan untuk kedelai berbeda dengan untuk rumput atau padi. Demikian juga untuk tanaman kapas atau tembakau. Untuk tanaman kopi yang belum menghasilkan digunakan pupuk yang berbeda dengan tanaman kopi yang sudah produksi.
Untuk tanaman hias yang bernilai tinggi (misalnya anggrek) digunakan pupuk cair atau pupuk padat slow release. Kandungan haranya lengkap berupa mineral yang air larut dan juga sering senyawa organik protein dan hormon tumbuh serta unsur yang dapat berperanan untuk mengintensifkan warna bunga.